
𝗢𝗙𝗖 𝗥𝗜𝗗𝗗𝗘𝗥 𝗔𝗜𝗚𝗟𝗘
⠀
🎧
(‘$.) ..
CLOSING
─
Penutupan
// XIX.
🎙
Aysellà— Bahasa bukan sekadar alat bicara
tapi ia adalah cara kita berpikir, menyusun ide, dan dipahami oleh dunia. Dari hal paling dasar seperti kata dan kalimat, hingga hal besar seperti karya ilmiah dan pemikiran kritis semuanya berawal dari satu hal, bahasa yang tepat.
🎙
Aysellà— Di dunia akademik, bukan siapa yang paling banyak bicara yang didengar, tapi siapa yang paling jelas dalam menyampaikan makna. So, rigles… gunakan kata dengan sadar, susun kalimat dengan makna, dan biarkan bahasamu mencerminkan kualitas dirimu.
🎙
Aysellà— Dan ya, sekian waktu untuk aku konten malam ini. Bagaimana pendapat kalian tentang materi malam ini?? Menurutku setelah memahami bahasa Indonesia lebih jauh, ternyata bahasa kita seindah itu ya! Terimakasih bagi yang sudah menyimak, see ya di next content
😘
!
⠀⠀⠀⠀
⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
🦅
#𝗥𝗜𝗚𝗟𝗘𝗖𝗢𝗡𝗧
🦅
ㅤㅤ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀••━━━━━━━━━━━••
⠀
🎧
(‘$.) ..
SEGMENT 7
─
Ciri Bahasa Ilmiah – Karakteristik Akademik
// XIX.
🎙
Aysellà— Nah kalau bahasa ilmiah biasanya digunakan dalam karya tulis ilmiah seperti makalah, jurnal, dan skripsi.
Ciri-ciri:
•
Objektif
→ berdasarkan fakta
•
Logis
→ masuk akal
•
Sistematis
→ terstruktur
•
Efektif
→ tidak bertele-tele
•
Baku
→ sesuai aturan
🎙
Aysellà— Bahasa ilmiah juga menghindari kata ambigu, menggunakan istilah teknis, mengutamakan kejelasan. Yang tujuannya adalah agar informasi dapat mudah dipahami, tidak menimbulkan salah tafsir, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Selain itu, bahasa ilmiah juga memiliki karakteristik lain, yaitu:
•
Denotatif
→ menggunakan makna sebenarnya
(bukan kiasan)
•
Konsisten
→ penggunaan istilah harus tetap sama
dari awal sampai akhir
•
Formal
→ menggunakan gaya bahasa resmi,
tidak santai
•
Hemat kata
→ tidak menggunakan kata
yang tidak perlu
•
Menghindari kata subjektif
→ seperti “menurut saya”, “sepertinya”
⠀
🎧
(‘$.) ..
SEGMENT 6
─
Bahasa Baku & Nonbaku – Standarisasi Bahasa
// XIX.
🎙
Aysellà— Bahasa baku adalah bahasa yang telah distandarisasi dan mengikuti kaidah resmi.
Berikut adalah ciri bahasa baku,
1. Mengikuti aturan PUEBI
2. Menggunakan kosakata dalam KBBI
3. Struktur kalimat jelas
4. Konsisten
Contoh bahasa baku:
╰┈➤ Gua, Apotek, Risiko, Izin, Nasihat
🎙
Aysellà— Sedangkan, Bahasa nonbaku adalah yang biasa kita gunakan dalam percakapan sehari-hari, dan tidak selalu mengikuti aturan resmi.
Ciri utamanya meliputi,
1. Ejaan atau pengucapan yang berubah-ubah
2. Dipengaruhi bahasa daerah atau asing
3. Biasanya terdapat slang (bahasa gaul)
4. Sering muncul di media sosial, dan tidak resmi
Contoh bahasa non-baku:
╰┈➤ Goa, Apotik, Resiko, Ijin, Nasehat
⠀
🎧
(‘$.) ..
SEGMENT 5
─
Ragam Bahasa – Variasi dalam Penggunaan
// XIX.
🎙
Aysellà— Bahasa Indonesia memiliki berbagai ragam yang digunakan sesuai konteks, yaitu:
1).
Berdasarkan media:
↳ Lisan → langsung & spontan
↳ Tulisan → terstruktur & sistematis
2).
Berdasarkan situasi:
↳ Formal → memakai bahasa resmi & baku
↳ Nonformal → lebih santai & fleksibel
3).
Berdasarkan bidang:
↳ Ilmiah → bersifat akademik & objektif
↳ Jurnalistik → informatif & komunikatif
↳ Sastra → cenderung ekspresif & imajinatif
🎙
Aysellà— Selain itu, ragam bahasa juga dapat dipengaruhi oleh
latar belakang penutur
, seperti usia, pendidikan, dan lingkungan sosial, sehingga cara berbahasa setiap orang bisa berbeda-beda.
Nah, penggunaan ragam yang tepat menunjukkan kemampuan seseorang dalam menyesuaikan komunikasi dengan situasi. Ini juga mencerminkan sikap sopan santun dan kecakapan berbahasa dalam kehidupan sehari-hari.
⠀
🎧
(‘$.) ..
SEGMENT 4
─
Kedudukan Bahasa Indonesia
(Status & Peran Formal)
// XIX.
🎙
Aysellà— Bahasa Indonesia memiliki dua kedudukan utama, yaitu sebagai
Bahasa Nasional
sejak tahun Sumpah Pemuda 1928 yang menjadi simbol persatuan bangsa Indonesia yang penuh keberagaman. Dan juga sebagai
Bahasa Negara
sejak tahun 1945, ditegaskan dalam UUD 1945 Pasal 36, yang digunakan dalam seluruh kegiatan resmi kenegaraan.
🎙
Aysellà— Implikasi dari kedudukan ini terlihat dalam berbagai aspek kehidupan, seperti dalam sistem pendidikan nasional, bahasa resmi dalam dokumen hukum, komunikasi pemerintahan, serta menjadi bahasa utama dalam penulisan ilmiah dan akademik.
Lebih dalam lagi, kedudukan Bahasa Indonesia juga memiliki fungsi strategis, antara lain:
›
Sebagai lambang kebanggaan nasional
›
Sebagai alat pemersatu berbagai suku dan budaya
›
Sebagai alat komunikasi antar daerah dan antar budaya
›
Sebagai bahasa resmi dalam hubungan internasional tertentu
🎙
Aysellà— Dengan kedudukan tersebut, Bahasa Indonesia memiliki tanggung jawab besar sebagai:
›
Penjaga identitas bangsa
›
Penghubung komunikasi nasional
›
Sarana pengembangan ilmu pengetahuan
🎙
Aysellà— Oleh karena itu, penggunaan Bahasa Indonesia yang baik, benar, dan sesuai kaidah sangat penting untuk terus dijaga dan dilestarikan di tengah arus globalisasi agar tidak tergeser oleh bahasa asing.